• Life Coaching

    Life Coaching membantu Anda mencari impian dan tujuan hidup. Menyentuh 8 aspek sisi kehidupan (spiritual, kesehatan, keluarga, pasangan hidup, keuangan, komunitas, pengembangan diri, dan rekreasi).

  • Wealth And Money Coaching

    Wealth and Money Coaching adalah sebuah kombinasi program psikologi dan strategi perencanaan keuangan untuk Anda. 80% adalah Money Psycology and 20% Financial planning strategy.

  • Business Coaching

    Business Coaching adalah sebuah program coaching / pelatihan bagi Anda yang akan memulai bisnis atau yang sudah memiliki bisnis. Para Coach akan membantu menggali potensi Anda.

  • Agriculture Coaching

    Agriculture Coaching adalah program bagi Anda yang bergerak di bidang Ketahanan Pangan (pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan), baik pribadi, kelompok tani, koperasi, penyuluh pertanian, maupun pemerintah

  • Insurance Coaching

    Agen : Kami melatih Anda dengan menggali potensi Anda, sehingga Anda mampu mendengarkan dan memahami nasabah Leader : Tangangan terbesar leader Anda adalah tingkat keluar masuknya agen dan bagaimana memotivasi mereka. Kami akan melatih Anda dari segi pembuatan sistem managemen team sehingga Anda akan lebih mudah mendapatkan agen yang produktif dan bekerja dengan sistem.

  • Brighter Generation Coaching

    Merupakan bagian dari Life Coaching yang secara spesifik akan membantu mendampingi Anda dalam menyambut masa depan dan mempersiapkan generasi yang cemerlang

  • Food Business Coaching

    Food Business Coaching adalah program coaching untuk pengusaha makanan khususnya industry UMKM dan UKM. Pada program ini akan didampingi bagaimana standarisasi industry yang ideal, bagaimana seharusnya menerapkan sistem HACCP dan membantu Industri kecil untuk dapat bertumbuh menjadi Industri makanan yang besar

  • Student Coaching

    Student coaching merupakan suatu bentuk katalisator bagi coachee yang notabene yaitu mahasiswa dimana seorang coach nantinya akan menggali potensi dan kekuatan terbaik yang ada di dalam dirinya dengan mendengarkan secara aktif dan bertanya yang diarahkan untuk mencapai suatu tujuan

  • Youthpreneur Coaching

    Youthpreneur Coaching, Adalah program coaching yang mempunyai 3 Fokus utama : 1. Youthpreneur Coaching bagi anak muda yang mempunyai "Big Dream" 2. Program coaching ini juga tepat bagi anak muda yang mulai mencari jati diri 3. Bagi para calon pewaris bisnis. Youthpreneur Coaching adalah coaching terbaik bagi anak muda yang mempersiapkan diri menjadi pewaris dan pengembang bisnis perusahaan keluarga di masa depan

Tampilkan postingan dengan label Top Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Top Story. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 April 2015

Designer Wanita yang Menciptakan Logo Si Robot Hijau

Logo Si Robot Hijau ?, Ya merupakan logo dari #teknologi #Android. Sistem operasi yang bersifat open source ini begitu mendunia dan banyak digunakan oleh para pengguna teknologi. Kepopuleran Android tentu tidak lepas dari tangan dingin perusahaan Google yang mampu menciptakan inovasi besar di bidang sistem informasi.

Bersaing ketat dengan sejumlah sistem operasi lainnya, tampaknya si robot hijau ini masih akan mendominasi teknologi gadget dunia hingga akhir tahun 2015. Dibalik bentuknya yang simpel dan unik, ada kekuatan besar yang dimiliki si hijau Android.

Siapa sebenarnya sosok yang pertama kali menciptakan logo Android hingga logo tersebut terkenal dan mendunia seperti saat ini?
Irina Blok, Wanita yang Menciptakan Logo Android

Irina Blok
Irina Blok adalah wanita yang menjadi sosok pencetus lahirnya logo Android. Wanita yang mencintai dunia desain ini mengawali proses pembuatan logo Android bersama timnya di Google pada tahun 2010. Dengan petunjuk berupa penggunaan mobile dengan unsur robot sebagai materi utama pada logo Irina dan rekan-rekannya berupaya berpikir keras untuk menemukan desain logo yang paling tepat dengan petunjuk tersebut.

Banyak Inspirasi untuk Logo Android

Untuk membuat logo Android yang sesuai, Irina mulai mempelajari berbagai desain dari film, mainan dan action figure bertema sci-fi dan luar angkasa. Upaya kerasnya ternyata belum bisa membuahkan hasil yang maksimal. Irina dan timnya belum berhasil menemukan desain logo yang pas dan sesuai dengan konsep yang diinginkan.

Tidak ada yang bisa menebak dari mana inspirasi akan datang. Irina rupanya mendapatkan inspirasi desain dari simbol toilet pria dan wanita yang biasanya terdapat di tempat-tempat umum. Dengan desain piktogram yang begitu sederhana, simbol toilet bisa menyampaikan pesan universal tentang maksud yang ingin disampaikan.

Inspirasi Logo Android
Setelah terinspirasi dari simbol toilet, Irina mulai berkreasi dengan simbol tersebut. Mencoba menggambarkan berbagai bentuk piktogram, mencoba beragam pilihan warna dan menambahkan antena pada bagian kepala, akhirnya Irina dan rekan-rekannya berhasil menemukan desain logo Android seperti yang kita kenal saat ini.

Tak Sepopuler Hasil Karyanya


Meskipun berhasil membuat desain logo untuk teknologi sekelas Android, namun rupanya kehidupan Irina jauh dari publikasi dan pemberitaan dunia. Ia banyak menghabiskan waktu bersama keluarga dan putrinya. Ketika Irina hendak menonton film Alice in Wonderland di bioskop bersama putrinya yang berusia 6 tahun, layar bioskop sempat memutar logo Android yang membuat putri Irina berteriak “Ibuku yang menciptakan itu”.

Hal ini membuat penonton seisi bioskop menoleh ke arah Irina dan membuat Irina menjadi tersipu malu. Ia lantas hanya berlindung dibalik bucket popcorn untuk menutupi wajahnya. Wah, ternyata si pencetus logo Android adalah pribadi yang pemalu, ya.

Tentang Perkembangan Logo Android dan Passion Irina

Logo Android
Irina dan rekan-rekannya di Google memutuskan untuk membuat logo yang bersifat open source dan bisa dimodifikasi oleh siapa pun. Seperti semangat sistem Android yang mengusung konsep open source, logo Android yang bebas dimodifikasi juga diharapkan mampu menjadi salah satu sarana pengembangan kreativitas desain bagi masyarakat dunia. Irina menjelaskan bahwa kunci dalam membuat logo secara sukses adalah konsep yang sederhana dan abadi supaya bisa terus diingat oleh orang lain.

Kini Irina tidak lagi bekerja di Google dan memilih passion-nya yang lain yaitu bekerja di Edmodo, suatu teknologi jaringan sosial untuk menghubungkan guru dan siswa. Meski tidak lagi bekerja di Google, namun kenangan yang diperoleh selama menciptakan desain logo si robot hijau Android tentu menjadi salah satu pengalaman hidup yang sangat berharga bagi Irina. Karya Irina Blok kini sudah mendunia dan banyak menginspirasi desainer lain untuk membuat desain-desain logo Android yang unik.

Yuk belajar dari sosok Irina Blok yang low profile dan senantiasa bersemangat untuk menciptakan sesuatu yang baru dan bermanfaat bagi banyak orang!

Jumat, 24 April 2015

Inovasi Teknologi Gordon Moore Lewat Intel Corp

Apakah Anda sudah mengenal sosok dibalik kesuksesan perusahaan Intel? Perusahaan Intel didirikan oleh Gordon Moore dan Robert Noyce. Kali ini kita akan membahas mengenai perjalanan karir seorang Gordon Moore, salah satu pendiri Intel Corp.

Biografi Gordon Moore

Gordon Moore lahir di California, Amerika Serikat pada tanggal 3 Januari 1929. Gordon bersama keluarganya tinggal menetap di kawasan Pescadero, tak jauh dari kota kelahirannya, California. Kecintaannya terhadap dunia teknologi dan sains sudah terbentuk sejak muda. Gordon muda mendapatkan gelar sarjana kimia dari University of California pada tahun 1950. Empat tahun berselang, Gordon berhasil menamatkan jenjang pendidikan PhD. Bidang kimia dan fisika di universitas yang sama.
Setelah bekerja di laboratorium fisika terapan di Johns Hopkins, Pada tahun 1956 Gordon memutuskan untuk kembali ke California dan bekerja sebagai ahli penelitian kimia di perusahaan Shockley Semiconductor. Salah seorang rekan kerja Gordon bernama Robert Noyce, yang juga memiliki gelar PhD. dari universitas Massachusetts. Shockley Semiconductor menjadi sebuah surga bagi para pekerja yang punya minat dan bakat yang besar terhadap teknologi. Hal ini juga dibuktikan oleh para peneliti Shockley yang akhirnya mulai keluar satu persatu dan membangun perusahaan mereka sendiri. Namun Gordon bersama dengan Robert dan 6 orang rekan lainnya masih terus berusaha untuk memajukan Shockley.
Perjuangan Gordon di Shockley Semiconductor rupanya harus terhenti ketika Shockley mulai menderita kerugian dan memiliki sistem administrasi yang kacau. Gordon bersama dengan Robert dan rekan-rekan lainnya kemudian mencoba untuk meminta bantuan seorang banker bidang investasi untuk memulai divisi baru yang dikhususkan pada penelitian semikonduktor. Dan ketika perusahaan Fairchild Semiconductor didirikan pada tahun 1957, Gordon akhirnya berhasil menjabat sebagai manajer engineering dan memimpin kelompok penelitian semikonduktor di kawasan Silicon Valley.

Berdirinya Perusahaan Intel

Perusahaan Intel kemudian resmi didirikan pada tanggal 18 Juli 1958 dengan nama NM Electronics (singkatan dari Noyce and Moore). Bermula dari sebuah kantor yang kecil dan sederhana, NM Electronics berhasil meraih omset penjualan produk pertamanya dengan sangat baik. Namun hal ini tak membuat Gordon cepat puas dengan pencapaian perusahaannya. Ia menyadari bahwa produksi chip membutuhkan biaya yang sangat mahal. Dan pengeluaran tersebut akan sangat sia-sia apabila perusahaannya tak merancang teknologi yang dapat mempercepat dan meringankan kinerja chip tersebut.
INTEL Corp
Akhirnya pada tahun 60-an, perusahaan tersebut berhasil menciptakan mikroprosesor, yang merupakan salah satu penemuan bersejarah di dunia teknologi. Pada tahun 1969, sebuah perusahaan Jepang meminta Intel untuk memproduksi rangkaian chip yang memungkinkan kegiatan penghitungan rumit dapat dilakukan dengan kalkulator yang bentuknya lebih simpel dan praktis.
Meski dihujani dengan berbagai keberhasilan, perjalanan perusahaan Intel bukanlah lancar tanpa halangan. Pada tahun 1980-an, perkembangan teknologi dunia berlangsung semakin cepat dan memunculkan banyak kompetitor baru yang kompeten. Untuk mempertahankan dominasinya di bidang teknologi, seluruh pekerja profesional di perusahaan diminta untuk bekerja selama lebih dari 50 jam selama seminggu tanpa tambahan upah apapun.
Kesuksesan akhirnya kembali ke tangan Intel pada tahun 1985 ketika Intel berhasil menciptakan mikroprosesor berukuran ¼ inchi saja. Namun kinerja dan kemampuan mikroprosesor tersebut dapat mengimbangi kemampuan komputer berukuran besar. Meksipun mengeluarkan dana penelitian yang tidak sedikit (sekitar US$ 100 juta), akhirnya pengorbanan tersebut dapat dibayar dengan dominasi perusahaan Intel di bidang prosesor dan micro chip dunia.
Mikroprosesor Intel

Kehidupan Sosial Gordon Moore

Bergelut dengan pengembangan teknologi tak membuat Gordon lupa untuk hidup sebagai mahkluk sosial. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat peduli akan keadilan sosial dan kegiatan kemanusiaan. Ia bahkan pernah mendonasikan dana sebesar US$ 600 milyar untuk Caltech, sebuah lembaga institusi pendidikan tinggi di Amerika Serikat. Bersama sang istri tercinta, Gordon Moore juga mendirikan Gordon and Betty Moore Foundation yang banyak bergerak di bidang kemanusiaan sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian pada sesama.
Gordon Moore
Setelah membaca kisah mengenai Gordon Moore kali ini, apakah kita masih menjadi seorang gadget-geek yang kurang memperhatikan lingkungan sekitar kita?
Gordon Moore saja bisa berbagi dengan sesama, lalu mengapa kita tidak?


Sabtu, 18 April 2015

Antisipasi Kaskus Untuk Menyambut Generasi Z

Perusahaan swasta, yang lebih dikenal dengan Kaskus ini, sejak awal didirikan menjadikan keberadaan generasi Y yang unik sebagai perhatian utama bahkan menjadi fondasi perusahaan.

“Kita bukan sekadar mengantisipasi tetapi business nature Kaskus sendiri di-setting dari dan untuk generasi Y,  di mana generasi tersebut tidak bisa lepas dari Internet dan melek ternologi,” kata HRD Officer Kaskus, Sakura Indah Sari. dikutip dari bisnis.
Forum Kaskus.co.id
Ada empat hal yang jadi karakter khas Generasi Y sehingga perlu strategi khusus dibanding generasi sebelumnya. Pertama, dari segi karakter organisasi, salah satu cirinya generasi ini lebih menyukai fleksibilitas. Bentuk organisasi yang kaku dengan hierarki yang ajeg akan jadi membosankan.

“Kaskus sejak awal tidak demikian, dalam banyak hal Kaskus cukup fleksibel, misalnya dari waktu kerja, cara berpakaian, dan stuktur organisasi,” tuturnya.
Sakura berujar karyawan di perusahaan yang bergerdak dalam bidang forum komunitas online ini bisa saja datang pukul 08.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB dan pulang menyesuaikan waktu datangnya.

Sementara itu, untuk pakaian bisa pakai jeans dan kaos, yang penting tetap cukup sopan. Hierarki, meski ada, tetapi tak menghalangi komunikasi lintas divisi atau antara atasan dan bawahan. Sesekali SDM menggelar sesi khusus untuk mempertemukan Kaskus officer dengan CEO dalam Coffee break with CEO.

Kedua, untuk aspek pengembangan karir dan kompetensi yang sering dipertanyakan oleh Generasi Y.
“Kekuatan yang terkadang juga jadi kelemahan generasi ini adalah keinginan mereka untuk bisa segera melesat dalam karir. Di satu sisi mereka melihat tantangan sebagai peluang untuk maju tapi tidak cukup sabar menjalani prosesnya,” tutur Sakura.

Antisipasi yang dilakukan yakni menyediakan pengembangan karir vertikal dan horizontal yang memungkinkan karyawan pindah antardivisi. Pengembangan kompetensi juga didorong lewat fasilitas training di dalam dan luar negeri, serta inhouse training.

Aspek ketiga, yakni soal lingkungan kerja yang dibuat lebih semi formal. Ekspresi diri dianggap menjadi hal yang dianggap perlu oleh Generasi Y. “Kami menyebut kantor sebagai playground agar kita menganggap kantor dan bekerja sebagai sesuatu yang menyenangkan,” katanya.

Keempat, aspek feedback atau umpan balik. Menurut Sakura, Generasi Y cenderung tidak betah diam dan selalu ingin tahu tentang progresnya. Kalangan ini bukan tipe pegawai  yang akan nrimo apapun yang diberikan atasannya.
Pihak SDM pun mengantisipasi dengan menyediakan kesempatan di mana pegawai bisa berkomunikasi dan bertanya tentang target kerja dan pencapaiannya bahkan memberikan kritik dan saran.
 
Generation Y
Lebih lanjut, dia berujar saat ini perusahaan mempersiapkan pola rekrutmen yang lebih fokus untuk menyambut generasi berikutnya selain Generasi Y. “Saat ini kita mempersiapkan untuk menyambut generasi Z, anak-anak yang lahir setelah tahun 1995. Tak jauh beda dengan Gen Y, mereka menuntut kebebasan, aktif, agresif dan pintar,” ujarnya.

Dalam menjaga kinerja dan produktivitas, manajemen melakukan beberapa cara antara lain dengan melakukan performance review dua kali setahun. Setiap pegawai dituntut untuk berkinerja dengan memiliki CENDOL, yakni creative, enthusias, new talented person, do it with passion, open minded, dan loyal.

Rabu, 25 Maret 2015

Berbisnis Dengan Hati

Berbisnis Dengan Hati

Elang Gumilang

Menjadi pengusaha sukses dan memimpin perusahaan dengan berpenghasilan besar tidak harus menunggu tua, namun bisa memulai dari umur yang sangat belia. Setidaknya ini bukanlah mimpi tapi kenyataan. Pasalnya sudah banyak cerita menggambarkan pengusaha muda sukses yang mengawali usahanya dari awal dan salah satunya Elang Gumilang, CEO PT Dwikarsa Semestaguna, pengusaha muda yang sukses di bidang properti.
Elanag Gumilang - Young Entrepreneur
Kisah sukses pemuda seperti Elang diIndonesia masih langkah dan mungkin hanya seribu satu, karena walaupun masih berstatus mahasiswa dirinya sudah memimpin sebuah perusahaan dengan omzet bermiliaran.

Di saat mahasiswa lainnya disibukkan dengan pergulatan kuliah untuk menggapai masa depan yang lebih baik, Elang sudah mendapatkannya. Pemuda kelahiran Bogor 23 tahun lalu sudah mempunyai masa depan yang baik dengan sukses membuka lapangan kerja dan memperkerjakan ratusan orang berkat kegigihannya untuk berwirausaha yang sudah terasah sejak di bangku SMA.

Menurut Elang, kesuksesan yang diraihnya saat ini bukanlah datang begitu saja. Tapi usaha dengan kerja keras, karena sesuatu tidak didapatkan dengan gratis. Pesan tersebut yang selalu diajarkan kedua orang tuanya.

Semangat bisnisnya sudah terlihat sejak kecil dan bahkan naluri beriwarusahanya sangat tajam dalam melihat peluang usaha. Tak ayal dirinya sempat merasai berbagai macam pekerjaan, mulai dari berdagang donat, menjadi tukang minyak goreng, jualan bolham hingga terakhir menjadi developer properti untuk pembangunan rumah sangat sederhana. Dikatakannya, bisnisnya di bidang properti diawali sebagai marketing perumahan.

Berkat pengalaman sebagai marketing perumahan yang dinilai cukup, telah membuatnya mempunyai pengetahuan di dunia properti. Sejak saat itu, diapun memberanikan diri ikuttender dalam properti. Kesuksesan yang didapatkannya waktu itu menang dalam tender pembangunan sekolah dasar di Jakarta Barat senilai Rp 162 juta.

Kemudian, ambisinya yang ingin terus maju membawanya membangun rumah sangat sederhanya bagi rakyat kecil. Pasalnya saat ini bisnis properti kebanyakan ditujukan hanya untuk kalangan berduit saja.

Dengan modal patungan Rp 340 juta, pada tahun 2007 Elang mulai membangun rumah sehat sederhana (RSS) yang difokuskan untuk si miskin berpenghasilan rendah. Dari penjualan rumah yang sedikit demi sedikit itu. Modalnya Elang putar kembali untuk membebaskan lahan di sekitarnya. Rumah bercat kuning pun satu demi satu mulai berdiri.
Elang Gumilang - Rumah Sehat
Elang membangun rumah dengan berbagai tipe, mulai tipe 22/60 dan juga tipe 36/72. Rumah-rumah yang berdiri di atas lahan 60 meter persegi tersebut ditawarkan hanya seharga Rp 25 juta dan Rp 37 juta per unitnya.

Berbisnis tidak selamanya berjalan lurus dan pasti ada gelombangnya, terlebih sektor properti. Kekurangan modal dan memaksanya memeras otak mencari jalan keluar. Namun hal tersebut disiasatinya dengan mencari penyandang dana dengan sistem bagi hasil. "Kebetulan latar pendidikan saya dari ekonomi, sedikit-sedikit tahu jurusnya," katanya.

Meskipun demikian, dia tetap mempertahankan komposisi kepemilikan sebesar 40 persen.

Naiknya harga bahan baku membuatnya perlu melakukan penyesuaian-penyesuaian dan termasuk dengan kondisi krisis ekonomi global saat ini. Bila dahulu Elang melepas satu unit rumah sederhana seharga Rp 23 juta per unit, sekarang rencana anggaran biaya (RAB) mencapai Rp 33 juta per unit. Dengan jumlah itu baru bisa menutupi biaya produksi sekaligus memberi keuntungan.

(google.com)

Kamis, 19 Maret 2015

Angkie Yudistia : Tunarungu Yang Sukses Menjadi Founder dan CEO Thisable Enterprise

 
Angkie Yudhistia

Angkie Yudistia, adalah penyandang tunarungu sejak usia 10 tahun namun hal itu tak membuatnya pasrah menjalani hidup. Meski berat, ia mampu menyelesaikan pendidikannya di sekolah umum sejak sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA).
Praktis, keterbatasan Angkie itu menimbulkan banyak masalah selama belajar di SD hingga SMA. Tak jarang ia mengaku sering kali menerima cacian dan hinaan.  Ketika itu, rasa malu memang membuat Angkie menutupi jati dirinya sebagai penyandang tunarungu.
“Dulu aku diledekin, dikatain budek, tuli itu sering banget di lingkungan,” ungkapnya seperti dikutip dari detikhot, Selasa, 8 Mei 2012 lalu.

Angkie kemudian menyelesaikan studinya di jurusan periklanan di London School of Public Relations(LSPR), Jakarta, dan lulus dengan indeks prestasi kumulatif 3,5. Di kampus yang sama, Angkie bahkan telah meraih gelar master setelah lulus dari bidang komunikasi pemasaran lewat program akselerasi.
Semasa kuliah, Angkie pun selalu aktif dalam berbagai kegiatan. Ia merupakan finalis Abang None mewakili wilayah Jakarta Barat pada 2008. Selain itu ia juga berhasil terpilih sebagai The Most Fearless Female Cosmopolitan 2008, serta Miss Congeniality dari Natur-e, serta berbagai prestasi lainnya. Bungsu dari dua bersaudara itu pernah pula berkarier sebagai humas di berbagai perusahaan. Berbagai prestasi dan semangatnya itulah yang pada akhirnya membuat Angkie tergerak untuk memotivasi para penyandang difabel lainnya.

Angkie mulai terlibat dengan kegiatan sosial saat bergabung dengan Yayasan Tunarungu Sehijara pada 2009. Sejak saat itu hingga kini, ia pun kerap jadi pembicara dan menjadi delegasi Indonesia di berbagai kegiatan internasional di mancanegara yang berkaitan dengan kaum difabel.
Di usianya yang masih 25 tahun, Angkie sudah menjadi founder dan CEO (chief executive officer) Thisable Enterprise. Perusahaan yang didirikan bersama rekannya itu fokus pada misi sosial, khususnya membantu orang yang memiliki keterbatasan fisik alias difabel (Different Ability People).
“Di balik keterbatasan pasti ada kelebihan. Walaupun aku terbatas mendengar, bukan berarti harus terbatas melakukan apapun. Aku ingin menunjukkan semua batas harus ditembus, karena setiap masalah pasti ada jalan keluarnya,” ungkapnya seraya tersenyum.

Thisable Enterprise
Kepedulian pemilik tinggi 170cm dan berat 53kg itu pun terus berlanjut dengan meluncurkan buku berjudul ‘Invaluable Experience to Pursue Dream’ (Perempuan Tuna Rungu Menembus Batas) akhir 2011 lalu. Pengalaman hidup dan pemikirannya dituangkan lewat karyanya itu.
“Buku itu bukan hanya ditujukan untuk penyandang difable saja, tapi juga teman-teman lainnya yang normal. Kita memang beda, tapi bukan untuk dibedakan,” sambungnya menegaskan.


Senin, 16 Maret 2015

Jangan Pernah Berhenti Belajar

Tri Sumono - Belakangan ini kerap muncul di acara-acara pertelevisian nasional dengan menceritakan kisah kesuksesannya dalam berbisnis. Sebenarnya siapa sih sosok pengusaha satu ini?, yang katanya dapat menginspirasi banyak kalayak. Mari kita baca kisahnya

Pak Tri sumono di Pabrik Jahe susu miliknya
Pak Tri Sumono yang hanya seorang tukang sapu, sekarang menjadi pengusaha sukses, mempunyai pendapatan per bulan hingga ratusan juta. Kita pasti salut dan kagum dengan perjuangannya demi menggapai mimpi. CV 3 Jaya yang dirintisnya, serta usaha lain seperti peternakan burung, jahe dan pertanian padi, dan masih banyak lagi yang lain berkembang pesat. Omzet yang diterima Pak Tri saat ini mencapai Rp 500 juta per bulan.
Luar biasa… Mungkin benar kata pepatah roda itu berputar-kadang diatas kadang juga dibawah.  Berikut kita simak Kisah Sukses nya.
Pengusaha Sukses yang satu ini dulunya adalah seorang tukang sapu. Tri Sumono begitu nama aslinya. Seorang pria kelahiran Gunung Kidul 7 Mei 1973 ini sekarang menjadi pengusaha sukses dengan omset ratusan juta rupiah tiap bulannya.

Tri Sumono hanyalah seorang lulusan SMA tanpa keahlian.  Pada tahun 1993 ia nekad merantau ke Kota Jakarta meskipun hanya berbekal tas berisi kaos dan ijazah SMA yang baru diperolehnya. Sesampai di Jakarta Tri Sumono mulai mencari pekerjaan apa saja tanpa milih-milih. Hal ini ia lakukan demi untuk bertahan hidup.
Melalui Perusahaan CV 3 Jaya, Tri Sumono mengelola banyak cabang usaha, antara lain, produksi kopi jahe sachet merek Hootri, toko sembako, peternakan burung, serta pertanian padi dan jahe. Bisnis lainnya, penyediaan jasa pengadaan alat tulis kantor (ATK) ke berbagai perusahaan, serta menjadi franchise produk Ice Cream Campina. “Saya juga aktif jual beli properti,” katanya.

Pekerjaan pertama yang ia dapat adalah menjadi buruh bangunan di Ciledug – Jakarta Selatan. Selang beberapa bulan ia akhirnya dapat tawaran untuk jadi tukang sapu di sebuah kantor di Palmerah – Jakarta Barat.
Tawaran untuk jadi tukang sapu langsung diambilnya tanpa pikir panjang. Dengan anggapan bahwa menjadi tukang sapu akan lebih mudah dibanding jadi kuli bangunan. Dari tukang sapu kemudian diangkat menjadi office boy. Hal ini ia dapat lantaran kinerjanya yang sangat baik.
Dari office boy, ia kembali mendapat tawaran menjadi tenaga pemasar hingga karirnya menajak sampai menjadi penanggung jawab gudang.
Selama bekerja di kantor, Tri Sumono juga coba-coba mencari penghasilan tambahan. Pada saat libur kantor atau setiap hari Sabtu dan minggu ia berjualan pernak pernik aksesori seperti jepit rambut, kalung dan lain-lain di Stadion Gelora Bung Karno. Usahanya ini ia lakoni selama 4 tahun dengan modal 100 ribu rupiah.

Dari pengalaman jualan ini kemudian ia berpikir, bahwa usaha sendiri ternyata lebih menjanjikan daripada jadi karyawan dengan gaji pas-pasan. Pada tahun 1997 ia nekad mundur dari pekerjaan kantor dan menekuni jualan aksesorinya hingga memiliki kios di Mall Graha Cijantung.
Tahun 1999, ia membeli rumah di Perumahan Pondok Ungu Bekasi Utara hasil dari hasil penjualan kios di Mall Graha Cijantung karena ditawar orang dengan harga mahal. Di tempat baru inilah, perjalanan bisnis Tri dimulai.
Saat itu, ia langsung membuka toko sembako. Menurutnya bisnis ini lumayan menjanjikan karena ke depan, Perumahan Pondok Ungu tempatnya bermukim itu bakal berkembang dan menjadi ramai.
Pada saat itu Pondok Ungu masih terbilang sepi. Demi meramaikan kawasan tempatnya tinggal, ia kemudian membangun sebanyak 10 rumah kontrakan yang di pasarkan dengan harga miring. Rumah kontrakan ini kebanyakan disewa oleh pedagang keliling, seperti penjual bakso,dan gorengan.
Cerdas sekali Tri Sumono, selain mendapat hasil dari rumah kontrakan, para pedagang itu juga meramaikan toko sembako miliknya. Melihat took sembako Tri mulai ramai, banyak warga di luar tempat tinggalnya mulai mengenal tokonya.

Seiring waktu berjalan, naluri usahanya semakin menjadi. Pada tahun 2006, Tri mulai tertarik dengan bisnis pembuatan sari kelapa. Dari beberapa kabar yang diperolehnya diketahui bahwa untuk membuat sari kelapa adalah proses dari fermentasi air kelapa murni dengan bantuan bakteri Acetobacter xylium.
Untuk bisa produksi sari kelapa ini, ia harus membeli bakteri salah satunya dari LIPI Bogor. Sari kelapa olahannya itu disalurkan ke beberapa perusahaan minuman di kawasan JaBoTaBek.
Suatu ketika ia bermasalah dengan produksi sari kelapanya. kualitas sari kelapa olahannya menurun, order dari beberapa perusahaan mulai menurun hingga ia menghentikan produksinya.

Tapi Tri tidak patah semangat, ia terus belajar bagaimana untuk menghasilkan sari kelapa yang baik dan berkualitas standar yang ditetapkan perusahaan. Seorang dosen di IPB ditemuinya dengan maksud untuk belajar fermentasi. Sang dosen awalnya enggan mengajari mengingat Tri yang hanya lulusan SMA pasti akan kesulitan menerima penjelasannya.
Keseriusan Tri untuk belajar dan kecerdikannya merayu, Pak dosen pun akhirnya mau mengajarinya selama dua bulan. Setelah banyak mengantongi ilmu, Tri pun memulai kembali produksi sari kelapanya.
Setelah produk sari kelapanya lumayan memuaskan, ia langsung memproduksi 10.000 nampan dan bisa lolos ke perusahaan. Produksi pertamanya ini senilai Rp 70 juta. Sekarang terbalik, beberapa perusahaan antri mengambil olahan sari kelapanya. Nah … sejak saat itulah perjalanan bisnis Tri Sumono terus maju dan berkembang. "Kuncinya adalah Jangan Pernah Berhenti Belajar". Ujarnya di sebuah acara di stasuin TV swasta.

Just Don't

 


Sumber : berbagai media

Kamis, 05 Maret 2015

Dokter Gila Penolong Rakyat Miskin


Dokter Lie Dharmawan sosok seorang dokter bagai 'malaikat' bagi kaum miskin. Perjalanan hidupnya sangat menginspirasi dan menarik untuk disimak. Bernama lengkap Dr. Lie Augustinus Dharmawan, Ph.D, Sp.B, Sp.BTKV dengan nama kecil yakni Lie Tek Bie. 

Beliau lahir di Kota Padang pada tanggal 16 april 1946. Dr. Lie Dharmawan ini terlahir dalam keluarga yang amat miskin dan serba kekurangan. Lie Dharmawan mempunyai saudara berjumlah enam orang, ketika ia berumur sepuluh tahun, ayahnya meninggal dunia jadi hanya ibunyalah seorang diri yang hanya tamatan Sekolah Dasar berjuang keras menyekolahkan ketujuh anaknya yang masih sangat kecil termasuk dr. Lie Dharmawan sendiri. Demi kelangsungan hidup keluarganya, Lie Dharmawan kecil sempat membantu ibunya berjualan kue, ia kagum terhadap perjuangan keras ibunya yang ia anggap tak pernah menyerah dan putus asa dalam menghadapi sesuatu juga sering mengasihi oranm-orang miskin di sekitarnya. Ia sendiri tidak mengerti kenapa ibunya mempunyai filosofi seperti itu. Tekad Lie Dharmawan untuk menjadi dokter datang ketika ia melihat masyarakat disekitarnya sulit untuk pergi ke dokter di rumah sakit yang disebabkan karena faktor kemiskinan. Hal ini kemudian menyebabkan masyarakat terpaksa untuk pergi berobat ke dukun karena biayanya yang murah dan juga sebagai alternatif pengobatan. Sebab lain mengapa Lie Dharmawan ingin menjadi dokter karena ia melihat sendiri adiknya meninggal karena penyakit diare aku dan telambat ditangani oleh dokter. kedua hal itulah yang membuat lie darmawan bertekad kuat untuk menjadi dokter. Namun apadaya ketika di sekolah ia menyampaikan cita-citanya ingin menjadi dokter, ia hanya mendapatkan tertawaan dari teman temannya seisi kelas, disebabkan karena ia miskin sehingga tidak bisa masuk ke jurusan kedokteran. Namun kelak, ia benar benar membuktikan cita citanya itu.

Lie Dharmawan pun sadar bahwa cita citanya untuk menjadi dokter bisa dikatakan sangat berat, namun seberapa berat masalah jika dengan tekad kuat dan kerja keras pasti akan tercapai karena yang namanya kerja keras tak pernah menghianati pengorbanan, selalu ada hasil manis dari pengorbanan itu. Selain belajar dengan keras, setiap pukul enam pagi hari, ia selalu pergi ke gereja yang berada didekat sekolahnya dan kemudian berdoa dengan doa yang sama yang selalu ia ulang-ulang selama bertahun-tahun.
"Tuhan, aku mau jadi dokter yang kuliah di Jerman"

Di tahun 1965, Lie Dharmawan kemudian lulus SMA dengan prestasi yang cemerlang, berkali-kali ia mendaftar di fakultas kedokteran yang ada dipulau Jawa namun ia tidak pernah diterima. Kesempatan kuliah akhirnya ada ketika ia diterima masuk di fakultas Kodekteran di Universitas Res Publica (URECA) dimana universitas ini didirikan oleh para petinggi organisasi Badan Permusjawaratan Kewarganegaraan Indonesia tahun 1958 namun baru bebrapa hari kuliah, kampusnya dibakar oleh massa. Akhirnya ia tidak dapat melanjutkan kuliuahnya, dan Lie Dharmawan kemudian memutuskan untuk menjadi pekerja serabutan untuk mengupulkan uangnya membeli tiket ke Jerman untuk melanjutkan cita-citanya.

Di usianya yang ke 21 tahun, Lie Dharmawan pun mendaftarkan diri ke sekolah kedokteran di Berlin Barat, Jerman namun tanpa dukungan beasiswa. Dengan tekad yang kuat ia akhirnya diteriman di fakultas Kedokteran Free University, Berlin Barat. Dan untuk memenuhi biaya kuliah dan kehidupan sehari-harinya, Lie Dharmawan kemudian bekerja sebagai kuli bongkar muat barang. pada kesempatan lain, Lie juga bekerja di sebuah panti jompo yang salah satu tugasnya adalah membersihkan kotoran
orang tua berusia 80 tahunan.

Lie Dharmawan tetap berprestasi sekalipun sibuk bekerja, sehingga ia mendapat beasiswa, itu semua ia gunakan untuk biaya sekolah adik-adiknya. Tahun 1974, Lie berhasil menyelesaikan pendidikannya dan mendapat gelar M.D. (Medical Doctor). Empat tahun setelahnya, Lie sukses menyandang gelar Ph.D. Melalui perjuangan tanpa kenal lelah selama sepuluh tahun, Lie akhirnya lulus dengan membanggakan diaman ia lulus empat spesialisasi yakni ahli bedah umum, ahli bedah toraks, ahli bedah jantung dan ahli bedah pembuluh darah. Cita cita semasa kecilnya akhirnya tercapai.

Selama enam bulan Lie di Semarang kemudian ke RS Rajawali, Bandung. Tahun 1988, Lie berkarir di RS Husada, Jakarta hingga saat ini. Kegiatan sosial pertama Lie sebagai seorang dokter bedah di Indonesia dilakukan saat mengoperasi secara cuma-cuma seorang pembantu rumah tangga tahun 1988. Selanjutnya, Lie juga terus mengupayakan bedah jantung terbuka (bedah di mana jantung dihentikan dari pekerjaannya untuk dibuka untuk diperbaiki). Bedah semacam ini melawan arus karena butuh peralatan yang lebih canggih dan mahal, namun harus dilakukan dalam operasi skala besar. Tahun 1992, Lie akhirnya sukses melangsungkan bedah jantung terbuka untuk pertama kalinya di rumah sakit swasta di Jakarta.

Jangankan berobat, jika makan sehari-hari pun sulit. Kesadaran ini menerpa batin Lie begitu kuat hingga akhirnya bersama Lisa Suroso (yang juga aktivis Mei 1998) mendirikan sebuah organisasi nirlaba di bidang kemanusiaan dengan nama doctorSHARE atau Yayasan Dokter Peduli—sebuah organisasi kemanusiaan nirlaba yang memfokuskan diri pada pelayanan kesehatan medis dan bantuan kemanusiaan. DoctorSHARE bekerja didasarkan pada prinsip-prinsip kemanusiaan dan etika medis. DoctorSHARE memberikan pelayanan medis secara cuma-cuma di berbagai wilayah Indonesia. Selain pengobatan umum di berbagai sudut Indonesia, program awal DoctorSHARE adalah pendirian Panti Rawat Gizi) di Pulau Kei, Maluku Tenggara.

Dr Lie Darmawan tidak pernah lupa kata-kata Ibunya sejak kecil yang ia pegang terus sampai ia berhasil menjadi dokter dengan keahlian empat spesialis bedah.



"Lie, kalau kamu jadi dokter, jangan memeras orang kecil atau orang miskin. Mungkin mereka akan membayar kamu berapapun tetapi diam-diam mereka menangis di rumah karena tidak punya uang untuk membeli beras".
Inspirasi ini melekat kuat dalam benak Lie. Bersama Doctor SHARE, Lie mendirikan Rumah Sakit Apung (RSA) Swasta, yang diberi nama KM RSA DR. LIE DHARMAWAN. Pelayanan medis dalam RSA dilakukan dengan cuma-cuma. Dari koceknya, ia mewujudkan mimpi yang muskil, membangun rumah sakit apung. Kemudian berlayarlah Lie Dharmawan mengunjungi pulau-pulau kecil di Nusantara, mengobati ribuan warga miskin yang tak memiliki akses pada pelayanan medis. Tujuan didirikannya RSA ini adalah untuk melayani masyarakat yang selama ini kesulitan mendapat bantuan medis dengan segera karena kendala geografis dan finansial, terutama untuk kondisi darurat, khususnya bagi masyarakat prasejahtera yang tersebar di kepulauan di Indonesia. Rumah Sakit Apung milik dr. Lie hanyalah sebuah kapal sederhana yang terbuat dari kayu, yang di dalamnya disekat-sekat menjadi bilik-bilik yang diperuntukkan untuk merawat pasien-pasien inap ataupun pasien-pasien pasca operasi. Sehingga dr. Lie dianggap sebagai dokter gila, karena keberaniannya menggunakan kapal kayu mengarungi pelosok negeri ini untuk membantu saudara-saudara kita yang kurang mampu tetapi memerlukan pelayanan kesehatan segera.


Referensi :

kickandy.com
igi.fisipol.ugm.ac.id
m.kompasiana.com