• Life Coaching

    Life Coaching membantu Anda mencari impian dan tujuan hidup. Menyentuh 8 aspek sisi kehidupan (spiritual, kesehatan, keluarga, pasangan hidup, keuangan, komunitas, pengembangan diri, dan rekreasi).

  • Wealth And Money Coaching

    Wealth and Money Coaching adalah sebuah kombinasi program psikologi dan strategi perencanaan keuangan untuk Anda. 80% adalah Money Psycology and 20% Financial planning strategy.

  • Business Coaching

    Business Coaching adalah sebuah program coaching / pelatihan bagi Anda yang akan memulai bisnis atau yang sudah memiliki bisnis. Para Coach akan membantu menggali potensi Anda.

  • Agriculture Coaching

    Agriculture Coaching adalah program bagi Anda yang bergerak di bidang Ketahanan Pangan (pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan), baik pribadi, kelompok tani, koperasi, penyuluh pertanian, maupun pemerintah

  • Insurance Coaching

    Agen : Kami melatih Anda dengan menggali potensi Anda, sehingga Anda mampu mendengarkan dan memahami nasabah Leader : Tangangan terbesar leader Anda adalah tingkat keluar masuknya agen dan bagaimana memotivasi mereka. Kami akan melatih Anda dari segi pembuatan sistem managemen team sehingga Anda akan lebih mudah mendapatkan agen yang produktif dan bekerja dengan sistem.

  • Brighter Generation Coaching

    Merupakan bagian dari Life Coaching yang secara spesifik akan membantu mendampingi Anda dalam menyambut masa depan dan mempersiapkan generasi yang cemerlang

  • Food Business Coaching

    Food Business Coaching adalah program coaching untuk pengusaha makanan khususnya industry UMKM dan UKM. Pada program ini akan didampingi bagaimana standarisasi industry yang ideal, bagaimana seharusnya menerapkan sistem HACCP dan membantu Industri kecil untuk dapat bertumbuh menjadi Industri makanan yang besar

  • Student Coaching

    Student coaching merupakan suatu bentuk katalisator bagi coachee yang notabene yaitu mahasiswa dimana seorang coach nantinya akan menggali potensi dan kekuatan terbaik yang ada di dalam dirinya dengan mendengarkan secara aktif dan bertanya yang diarahkan untuk mencapai suatu tujuan

  • Youthpreneur Coaching

    Youthpreneur Coaching, Adalah program coaching yang mempunyai 3 Fokus utama : 1. Youthpreneur Coaching bagi anak muda yang mempunyai "Big Dream" 2. Program coaching ini juga tepat bagi anak muda yang mulai mencari jati diri 3. Bagi para calon pewaris bisnis. Youthpreneur Coaching adalah coaching terbaik bagi anak muda yang mempersiapkan diri menjadi pewaris dan pengembang bisnis perusahaan keluarga di masa depan

Rabu, 15 April 2015

Mengapa Coaching Itu Penting ?

Mengapa coaching itu penting ?

Hasil dari berbagai studi penelitian mengungkapan bahwa sebenarnya karyawan menyukai kegiatan semacam training, seminar, workshop, outbond dan semisalnya. Apalagi jika misalnya kegiatan semacam itu diadakan di luar kantor, katakanlah seperti di puncak, di hotel, di luar kota atau di luar negeri. Alasannya mungkin ada yang karena ingin menambah pengetahuan, meningkatkan keahlian, mendapatkan sertifikasi keahlian, memperluas jaringan, ingin mendapat kawan baru, ingin berlibur, atau hanya karena ingin menikmati budget pengembangan SDM yang sudah disediakan organisasi.

Dokumentasi PI, Coaching Bootcamp BI NTT - Coach Angky
Selain itu, secara manusiawi pun sebenarnya perusahaan atau pimpinan akan lebih bangga, lebih bahagia dan lebih senang kalau sanggup mengirim anak buahnya ke tempat pelatihan, seminar atau workshop. Mengapa? Normalnya, manusia itu akan lebih bahagia kalau bisa memberi apa yang dibutuhkan orang lain. Apalagi orang lain yang diberi itu adalah orang yang selama ini membantu atau bekerja dengannya.

Tetapi, dalam prakteknya hanya sedikit perusahaan atau organisasi yang sanggup mengirim karyawannya ke tempat pelatihan, seminar atau workshop. Mengapa? Tentu ini sebabnya beragam. Mungkin ada yang disebabkan oleh waktu atau dana dari perusahaan tersebut. Mengirim anak buah ke tempat semacam itu bisa dianggap pemborosan. Tak hanya soal dana dan waktu, efektivitas training, seminar dan workshop, pun menjadi perhitungan sendiri.

Kalau mencermati berbagai hasil penelitian, ternyata tidak secara otomatis kegiatan training, seminar atau workshop itu bisa efektif bagi organisasi atau perusahaan. Secara hasil, penelitian membaginya menjadi tiga kategori, yaitu: a) positive transfer, b) negative transfer, dan c) poor transfer.

Kita pasti sepakat bahwa meningkatkan skill karyawan (dalam pengertian yang luas) itu penting. Soal caranya bagaimana, ini memang butuh penyesuaian berdasarkan keadaan kita masing-masing. Untuk sebagian kita yang kebetulan belum bisa meningkatkan karyawan dengan mengirim mereka ke pelatihan, seminar atau workshop, cara lain yang perlu kita lakukan adalah dengan MEMBUDAYAKAN COACHING!.

Apakah Coaching itu ?

Coaching Adalah ?
Coaching is unlocking  a person’s potential to maximise his or her own performance. its helping them to learn rather than teaching them’ -Sir John Whitmore, ‘Coaching for Performance’ –

Coaching membuka potensi seseorang untuk memaksimalkan performanya. Hal ini membantu mereka untuk belajar daripada mengajarkan mereka.


Coaching berkaitan dengan "bagaimana" : bergerak maju dari tempat Coachee sekarang, dan merancang perubahan untuk mencapai tingkatan yang Coachee inginkan. Hal tersebut berorientasi pada tindakan dan fokus dengan kondisi sekarang dan masa depan bukan pada masa lalu. 


Yang secara lebih spesifik  ditujukan pada karyawan atau perusahaan yaitu untuk memperkuat dan menambah kinerja yang telah berhasil atau memperbaiki kinerja yang bermasalah.

Kalau diuraikan dalam kata-kata, manfaat coaching ini antara lain:

1. Meningkatkan Motivasi Kerja Karyawan 
High Performer
Kompetensi atau skill dasar wajib dimiliki seseorang dalam melaksanakan pekerjaannya tetapi kompetensi ini belum bisa dibilang sebagai keunggulan. Jika seorang sekretaris baru bisa menyalin surat ke komputer, jika seorang operator hanya bisa mengangkat telepon, jika seorang sales baru bisa mengetahui produk dan menelpon orang atau mengirim faksimile penjualan, ini semua adalah Memang itu tugas dasarnya.

Sedangkan ada sebuah karakteristik yang dimiliki oleh orang-orang yang berkinerja tinggi (high performer) dan yang tidak dimiliki oleh orang-orang yang berkinerja rendah (low) atau kurang (poor). Kita bisa ambil contoh misalnya seorang sales yang sudah menguasai keahlian-keahlian yang dibutuhkan untuk memelihara pelanggan yang menghasilkan hubungan kausalitas dengan penjualan. Sales seperti ini bisa dikatakan orang yang berkinerja tinggi dengan kompetensi yang dimiliki.

Persoalannya adalah, bagaimana meningkatkan Motivasi kinerja karyawan? Disinilah coaching berperan. Kalau kita hanya menyerahkan (memasrahkan) urusan ini kepada masing-masing individu, bisa-bisa saja. Cuma saja di sini kerap menimbulkan masalah, sebab tidak semua individu sadar, tidak semua individu tahu, dan tidak semua individu menempuh cara yang efektif dan efisien untuk meningkatkan keahliannya. Konon, 98 % dari usaha untuk membangun kompetensi terjadi melalui pekerjaan yang dilakukan.

2. Jalan menemukan 3R
3R
"Hanya SDM yang bagus yang menjadi aset usaha". Bagus ini apa penjelasannya? Penjelasan yang umum bisa kita singkat dengan 3 R: right people, right job and right performance.

Persoalanya adalah bagaimana menemukan 3R ini? Tentu kita sadar bahwa 3R ini bukan sebuah hasil yang final (one-off). Amat sangat jarang kita bisa langsung menemukan orang yang tepat untuk ditempatkan di pekerjaan yang tepat agar bisa mencapai performansi yang tepat (tinggi). Yang sering terjadi, 3R ini ini dicapai melalui proses. Jangan kan karwayan, presiden atau menteri atau pejabat negara yang sudah diseleksi sedemikian rupa pun tidak bisa langsung mencapai 3R ini. Bahkan waktu seratus hari pun dikatakan belum valid untuk menilai kinerja presiden dan menterinya.

Karena itu, coaching bisa menjadi salah satu jalan untuk menemukan 3R. Kalau pun 3R ini belum bisa diwujudkan ke tingkat yang ideal, tapi setidak-tidaknya coaching yang kita lakukan akan memperluas wilayah "interkoneksi" antara 'workforce requirement' dan 'workforce capabilities'. Kalau pekerjaan yang ada menuntut orang yang punya skill berskala 7, sementara skill orang-orang yang ada hanya sampai pada skala 5, ini tentu wilayah interkoneksinya belum nyambung. Supaya nyambung, harus dinaikkan.

3. Jalan menemukan pemimpin dari dalam
Leadership
Dulu, praktek bajak-membajak tenaga ahli pernah menjadi isu besar di beberapa media massa. Sekarang pun praktek semacam ini masih kerap dilakukan meski sudah jarang dijadikan berita. Adakah sesuatu yang salah dengan praktek bajak-membajak ini? Secara konsep memang tidak. Cuma dalam prakteknya, tidak semua orang yang kita bajak itu menjadi "berkah". Ada yang malah menjadi beban. Artinya, meski konsep ini bisa jadi benar di teorinya tetapi untuk mempraktekkannya butuh konteks yang tepat dan alasan yang spesifik.

Kalau melihat hasil studi yang dilakukan Jim Collin, rupanya praktek bajak-membajak ini kurang digemari oleh para pemimpin usaha yang sudah sanggup menggerakkan usahanya dari good ke great. Mereka rupanya punya tradisi untuk mengembangkan seorang pemimpin (senior atau tenaga ahli) dari dalam. Dipikir-pikir, ini memang rasional. Orang dalam yang kita kembangkan, akan memiliki pengetahuan tentang keadaan secara lebih mendalam ketimbang tenaga baru yang kita bajak.

Nah, kalau melihat ke sini, coaching bisa kita jadikan instrumen atau jalan untuk melahirkan seorang pemimpin dari dalam. Dilihat dari efektivitas dan efisiensinya, cara ini mungkin lebih menjamin ketimbang membajak tenaga baru yang masih "abu-abu". Kalau pun orang yang kita coaching itu tidak menjadi pemimpin di tempat kita, tetapi setidak-tidaknya kerjanya sudah lebih bagus.

Dari penjelasan di atas sudah dipapar Mengapa Coaching Itu (sangat) Penting. Untuk siapapun Anda seorang individu maupun Owner business, Butuh seorang Coach untuk membantu Anda meraih impian bisnis Anda? Hubungi Kami untuk inspirasi yang Anda dapatkan, kami akan sangat senang membantu dan mengarahkan Anda untuk mendapat apa yang Anda inginkan!




Klik Gambar Untuk Menghubungi Kami




Referensi : Teguh R (Staff IT & Desain PT. Pelatih Indonesia Berlimpah)



 

Rabu, 08 April 2015

Business Diagnosis

Business Diagnosis

Sudah berbagai macam cara Anda coba, banyak buku yang Anda baca, banyak seminar yang Anda hadiri, namun bisnis Anda belum juga berkembang?
Merasa bisnis Anda tidak sesuai dengan harapan Anda, dan bingung mau dibawa kemana bisnis Anda sekarang?
Semakin sulit mencari pelanggan baru?
Kesulitan mendapatkan modal?
Harga bahan baku meningkat sehingga profit menipis?
Sudah beriklan tetapi tidak mendapat hasil yang diinginkan?
Sulit mencari karyawan yang bisa diandalkan?

 


Jika diantara 7 Pertanyaan diatas ada jawaban YESS, maka Anda WAJIB mencari tahu MENGAPA ITU TERJADI



PELATIH INDONESIA MEMBERIKAN PROGRAM DIAGNOSIS  UNTUK MENGETAHUI BAGAIMANA KEADAAN BISNIS ANDA SAAT INI

CARANYA CUKUP ISI FORM MELALAUI LINK DIBAWAH INI DAN STAFF KAMI AKAN MENGHUBUNGI ANDA UNTUK MENGATUR JANJI DENGAN COACH KAMI



Business Diagnosis


Referensi : Teguh R




Senin, 06 April 2015

Dokumentasi Workshop Best Practice Budgeting

Best Practice Bugdeting dilaksanakan pada tanggal 4 April 2015, bertempat di Hotel Desa Puri Syariah, dimulai dari jam 08.00 s/d 17.00.


Best Practice Bugdeting

Best Practice Bugdeting

Best Practice Bugdeting

Best Practice Bugdeting

Best Practice Bugdeting







Kamis, 02 April 2015

Kapan dan Kenapa Anda Membutuhkan Coaching?


Setiap pemenang pasti memiliki seorang coach dibelakangnya, tidak akan mungkin seseorang yang tanpa latihan dan tanpa persiapan tiba-tiba memenangkan sebuah kompetisi yang besar, Right?, seperti peribahasa latin kuno pada film "The Mechanic" yang berbunyi : Amat Victoria CuramVictory Loves Preparation - Kemenangan Membutuhkan Persiapan. Ide dari peribahasa tersebut sangat sederhana, yaitu ketika kita menginginkan kemenangan atau kesuksesan, maka kita perlu mempersiapkan segalanya. "Jadi kapan Anda membutuhkan seorang coach ?", karena coaching salah satu persiapan untuk mencapai kesuksesan tersebut. Terdapat banyak sekali manfaat coaching, jangka panjang maupun pendek. Jangka panjang misalnya adalah pengembangan bisnis, pencapaian karir yang lebih tinggi, perpindahan karir, dll. Jangka pendek contohnya adalah pencapaian target yang lebih tinggi, ekspansi pasar, dll.
Sebuah Pistol pada film "The Mechanic
Sebagai contoh lain, sama halnya seperti atlet, penyanyi, ataupun seorang superstar sekalipun, selalu dikelilingi oleh para pelatih dan penasehat. Tiger Woods, seorang pemain golf terkaya di dunia, memiliki seorang Pelatih atau Coach yang membawanya menjadi pemain golf berkulit hitam yang sangat fenomenal. Sebutkan penyanyi kelas dunia favorit Anda, dapat dipastikan dia punya seorang pelatih coach. Barrack Obama Presiden Amerika terpilih pun memiliki 7 orang Coach yang mendampinginya dalam proses pemenangan dirinya di Pemilu lalu. Bahkan Michael Jordan pemain basket legendaris dari Chicago Bulls tidak ingin bermain basket jika tidak dilatih atau di-coach oleh Phil Jackson, yang juga seorang coach legendaris. Dan sekarang mereka memiliki kehidupan yang luar biasa.
Anda mungkin seorang pengusaha, penulis, karyawan, eksekutif, anggota dewan, pendidik, profesional, atau seorang ibu rumah tangga biasa, siapapun Anda. selama Anda masih menarik nafas dan menghembuskan nafas ketika membaca tulisan ini, dan Anda mendambakan sebuah kehidupan luar biasa, artinya Anda membutuhkan seorang pelatih atau COACH, SEKARANG! right ?...
Act Now!!
Bagi para pebisnis, pengusaha, atau owner bisnis mungkin belum begitu familiar dengan pelatihan bisnis atau yang sering disebut Business Coaching tentunya banyak timbul pertanyaan dibenak Anda sebagai pemilik bisnis mengenai manfaat apa saja yang akan didapatkan selama coaching, Beriukut 6 fakta dalam Business Coaching yang akan memberikan Anda sebuah pemahaman baru mengapa memiliki Business Coach sangatlah penting dalam membangun bisnis Anda.


Business Coach
Seorang Pelatih Bisnis adalah seseorang yang Anda pekerjakan untuk mengembangkan seluruh area dalam bisnis Anda, dari segi penjualan dan pemasaran sampai ke pembentukan visi misi perusahaan. Seorang Coach akan membantu Anda agar Anda datang dengan sebuah rencana untuk bisnis Anda dan membantu Anda dalam mewujudkannya.
Mengapa seorang business coach sangat penting? Menurut survei yang diadakan oleh International Coach Federation menunjukkan bahwa:
  • 62.4% orang yang telah dilatih oleh seorang coach telah memiliki peningkatan dari goal yang ditetapkan

  • 60.5% memiliki hidup yang lebih seimbang

  • 57.1% merasakan penurunan dari tingkat stress yang dialami

  • 52.4% memiliki rasa percaya diri lebih baik

  • 43.3% merasa bahwa dengan memiliki coach mereka telah menungkatkan kualitas hidup, dan 

  • 25.7% telah memiliki peningkatan dalam pendapatan.

Keberhasilan dalam meningkatkan goal yang telah ditentukan menandakan bahwa Anda dapat menetapkan goal yang beralasan dan goal yang dapat dicapai. Seorang coach akan membantu Anda menetapkan goal yang spesifik, tidak hanya goal-goal yang seperti “saya ingin penjualan saya meningkat” Coach akan menggali keinginan Anda lebih dalam, berapa banyak penjualan yang Anda butuhkan? Mengapa dan bagaimana Anda dapat mewujudkannya? Itulah “mengapa” sama pentingnya dengan “bagaimana”. Alasan mengapa Anda menetapkan goal akan membantu Anda untuk tetap pada track yang benar untuk mencapainya.
Meningkatkan penghasilan adalah sesuatu yang setiap orang inginkan ,apakah Anda melakukan apa yang Anda butuhkan untuk meningkatkan penghasilan pada bisnis Anda? Apakah Anda bahkan tau apa yang Anda butuhkan untuk meningkatkan penjualan Anda? Mungkin caranya bukan hanya sekedar bekerja lebih keras, terkadang ini semua adalah tentang bekerja dengan lebih pintar. Seorang coach akan memiliki sebuah pemikiran untuk mampu mengarahkan Anda sebagai pemilik bisnis, kemana anda sedang memutar roda dan bagaimana anda dapat mendapatkan arah yang lebih baik.

Life Coach


Sedang kan untuk Life Coaching, Keseimbangan Hidup , stress yang berkurang dan kualitas kehidupan yang meningkat akan Anda raih. Coaching bukan hanya bagian dari pengembangan bisnis, dari itu semua coaching yang sebenarnya adalah tentang pengembangan hidup (bertumbuh). Malah berkecenderungan 80% Life 20% Bisnis. Bagaimana hidup Anda menjadi lebih baik dengan semua waktu yang Anda habiskan untuk bisnis Anda? Apakah itu membuat Anda lebih stress dan mengurangi kualitas hidup Anda? Memiliki seorang business coach tidaklah harus menunggu sampai bisnis Anda berkembang dengan baik tapi berbicara bagaimana Anda akan menjadi lebih baik dalam bisnis Anda. Buatlah diri Anda sebagai aset bisnis dan prioritas bagi perkembangan bisnis Anda!
Butuh seorang Coach untuk membantu Anda meraih impian bisnis Anda? Hubungi Kami untuk inspirasi yang Anda dapatkan, kami akan sangat senang membantu dan mengarahkan Anda untuk mendapat yang Anda inginkan!!


 
Contact Us



Referensi : Teguh R


'Knowing yourself is the beginning of all wisdom.' — Aristotle

Rabu, 01 April 2015

Brosur Workshop Best Practice Budgeting

Workshop Best Practice Budgeting





 Workshop dilaksanakan pada tanggal 4 April 2015
 Klik Gambar Berikut Untuk Pendaftaran Online :
http://pelatihindonesia.com/agenda/detail/best-practise-budgeting


Referensi : Teguh R


Coaching adalah Sebuah Percakapan


Inti dari Coaching itu adalah percakapan, Ya Percakapan. Tetapi bukan percakapan yang tak tentu arah, melainkan sebuah percakapan yang terarah, percakapan yang jelas tujuannya, menggali sesuatu (problem) bahkan mampu men-direct seseorang atau klien dalam memenukan solusi atau memutuskan sesuatu. Percakapan yang bertujuan untuk mendorong dan mendukung sang klien untuk mencapai apa yang mereka inginkan. Seorang coach yang mahir akan mampu mempraktikkan coaching sehingga seolah-olah itu adalah percakapan biasa. Namun sejatinya di dalam percakapan itu terjadi proses perubahan yang sangat halus bahkan Men-direct. Seperti pengalaman saya ketika melakukan percakapan dengan salah satu Coach dan selaku GM PT Pelatih Indonesia Coach Adib Fikri.

Coaching adalah Sebuah Percakapan
Tentu saja, Coaching tidak selalu terkait dengan percakapan untuk mencapai tujuan, meskipun secara tidak langsung tujuan akan tercapai bila sebuah sesi Coaching berlangsung dengan efektif. Coaching juga tidak selalu terkait dengan percakapan untuk menyelesaikan masalah, meskipun pada saat sesi coaching berjalan dengan baik secara tidak langsung masalah pun ikut terselesaikan.  Coaching pada dasarnya adalah percakapan untuk membangun kesadaran dan mengeksplorasi pilihan-pilihan. Coaching adalah percakapan menggali untuk memfasilitasi seseorang menemukan jawaban dari situasi mereka sendiri dalam memutuskan sesuatu, meskipun jawaban yang diperoleh adalah “Tidak” sekalipun.

Lalu, kapan sebuah percakapan dianggap sebagai coaching?

 

  • Pertama, Coaching adalah percakapan dengan sebuah tujuan. Tujuan ini bisa secara eksplisit dinyatakan di awal. Misal Seorang klien yang ingin kursus setir mobil dan berkonsultasi pada Coach. Coach tidak akan mengajarkan Anda menyetir mobil tapi Coach akan menanyakan apa tujuan sebenarnya anda ingin mengikuti kursus setir mobil tersebut. “Terus, kalau Anda sudah bisa menyetir mobil, apa yang ingin Anda dapatkan? Tujuan dan Manfaatnya Apa?” Percakapan yang tanpa tujuan bisa dipastikan bukan coaching, meski ia menyenangkan. Sisi lain, percakapan non formal oleh seorang coach ‘diarahkan’ untuk mencapai sebuah tujuan, bisa jadi sebuah coaching.
Purpose ?
  • Kedua, Coaching adalah percakapan yang berfokus pada klien. Kadang terlihat  seperti sesi curhat tapi bukan. Sang coach mendengar, untuk memahami, menggali dan membantu kliennya menemukan pemahaman baru. Bukan mendengar, lalu untuk menimpalinya dengan kisah kasih pribadi, sehingga malah kadang berbalik menjadi sesi curhat sang coach. Juga bukan sesi pemberian nasihat-nasihat bijak.
 
Menggali Potensi
  • Ketiga, Coaching adalah percakapan yang berorientasi pada tindakan. Di akhir sesi, tidak saja klien merasakan sebuah rasa seperti semangat, lega, dsb, melainkan juga dibimbing untuk mengambil tindakan nyata.
    “Terus, kalau sekarang kamu sudah bisa menemukan manfaat ketika kamu sudah bisa menyetir mobil, apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?” Atau, “Nah, saat ini Anda sudah bisa memilih mana keputusan yang akan Anda ambil ?.
    Lalu, apa yang mungkin menghalangi Anda untuk benar-benar mengambil keputusan itu? Dan apa yang akan Anda lakukan terhadap halangan itu?” Seorang coach tidak pernah membiarkan kliennya berhenti hanya di perasaan. Ia akan terus mengejar sang klien hingga pada rencana tindakan. Sebab tidak ada hal yang akan benar-benar berubah, sampai sesuatu benar-benar dilakukan.
Take ACTION!


Ini setidaknya beberapa ciri khas percakapan yang menggunakan Metode Coaching.